padaayat ini terdiri dari dua tajwid. Pertama alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf kaf yang dibaca secara jelas. Kemudian yang kedua hukumnya mad asli atau mad thabi'i karena huruf kaf berharakat fathah tegak dan tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya yaitu sepanjang 2 harakat.
Marikita perhatikan gambar di bawah ini. Gambar di atas merupakan QS. Maryam 19:61. Pada bagian yang kami beri kotak merah, terlihat perbedaan antara mushaf cetakan Timur Tengah (standar tanda baca Internasional) dengan cetakan Indonesia (standar tanda baca Depag RI). Pada mushaf cetakan timur tengah huruf Nun berharakat kasratain diikuti huruf Hamzah washal, sedangkan pada
Sudahmenjadi pengetahuan umum bahwa bila satu kalimat terdapat huruf alif, maka harus dibaca panjang, karena alif merupakan salah satu dari huruf mad.Tidak demikian halnya dalam Al-Qur'an. Maksudnya tidak semua alif dibaca panjang tetapi berhubungan erat dengan cara membaca kalimat tersebut, apakah diwaqofkan (berhenti) atau diwashalkan (berlanjut).
يُنۡذِ= Ikhfa ausat, karena huruf nun mati bertemu dengan huruf dzal, cara membacanya ditahan serta dengung condong ke huruf "M". اللّٰهُ = Tafkhim, lafadz Allah dibaca tafkhim yaitu sebelum lam nya lafadz allah (lam jalalah) ada huruf yang berbaris fathah, cara membacanya lafadz allah dibaca tebal panjangnya 2 harakat.
1r3j.